Inovasi Jamu Sungkai Belum Mendapatkan Sorotan yang Layak
- Jan 05, 2024
- Tineke Nike
KBRN, Palangka Raya : Sebagai pelaku UMKM Tineke Nike yang bergerak di bidang bisnis souvenir, selalu mencari cara untuk bisa terus bertahan, dan sama seperti pelaku UMKM lainnya saat covid -19 melanda pada akhir tahun 2020 di Indonesia, usahanya tidak berjalan dengan baik. Akhirnya Nike pelaku UMKM menemukan ide bisnis yang pas waktu itu, yaitu berinovasi menggunakan daun sungkai menjadi jamu tradisional.
“jadi saya punya ide waktu itu bikin jamu karena kebetulan ruko saya tuh sebelahan dengan apotek, nah saya lihat tuh banyak banget yang sakit, saya biasa meracik jamu sungkai untuk saya konsumsi,, karena bisa untuk menjaga imun tubuh, akhirnya saya bikin jamu sungkai untuk membantu orang lain juga’’. ucapnya, Jumat (12/1/2024).
Dengan racikan dan takaran yang pas daun sungkai yang rasanya pahit bisa dinikmati dan dirasakan manfaatnya melalui jamu. Nike mengatakan saat covid- 19 produk jamu sungkainya banyak peminatnya. Bahkan setiap harinya ia bisa memproduksi sampai 50 botol lebih. “Namun sekarang peminat jamu sungkai udah sepi kecuali ada permintaan mau dibuatkan jamu sungkai baru saya bikinkan’’, ujar Nike. “karena orang kan menganggap jamu sungkai ini hanya untuk covid padahal jamu sungkai ini bisa dikonsumsi terus-menerus untuk menjaga imunitas, akhirnya saya larinya ke herbal yang banyak dikenal masyarakat seperti herbal bajakah yang juga saya punya produknya," ucapnya.
Kurangnya promosi diakui Nike menjadi faktor penyebab kurang dilirik jamu sungkai ini. Nike pun berharap jamu sungkai ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas karena sudah dikemas dalam botol dan siap untuk diminum.
“Kalau saya maunya pemerintah itu misalkan ada acara pemerintah, bazar atau event - event bisa sediakan jamu sungkai karena daun sungkai ini ciri khas dari daerah kita, yang tidak kalah khasiatnya dan rasanya dari jamu-jamu luar.” ujarnya.