Kebakaran Hebat di Pahandut, 25 Rumah Hangus dan Ratusan Warga Mengungsi

  • Mar 12, 2026
  • Raden Roro Endah Kusumastuti
  • Keamanan & Bencana

Palangka Raya – Suasana tenang di kawasan Jalan Sukamaju II, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, mendadak berubah menjadi kepanikan saat kebakaran hebat melanda permukiman warga, Selasa (10/3/2026) malam.

Api yang diduga berasal dari dapur salah satu rumah dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain. Material rumah yang mayoritas berbahan kayu, ditambah tiupan angin kencang, membuat kobaran api sulit dikendalikan.

Warga pun berhamburan keluar rumah. Sebagian berusaha menyelamatkan diri, sementara lainnya berupaya mengamankan barang-barang berharga di tengah kepungan api yang terus meluas.

“Saya pertama lihat api dari belakang rumah, seperti dari dapur. Awalnya kecil, tapi karena angin langsung besar dan menyebar,” ungkap Syahrul, saksi mata di lokasi kejadian. Ia juga segera berteriak memperingatkan warga dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tak lama berselang, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya bersama relawan dari berbagai pos tiba di lokasi. Mereka berjibaku memadamkan api agar tidak merembet lebih jauh ke permukiman padat penduduk.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan melalui call center 112.

“Kami segera menurunkan tim begitu laporan masuk. Penanganan juga dibantu relawan, BPBD Kota dan Provinsi, serta Dinas Kehutanan,” jelasnya.

Setelah upaya keras selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas di dapur atau kemungkinan korsleting listrik.

Dampak kebakaran ini cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 25 rumah warga terbakar, terdiri dari 11 rumah rusak berat dan 14 rumah rusak ringan.

Tak hanya itu, sembilan bangunan kos dengan total 34 pintu juga ikut terdampak. Secara keseluruhan, tercatat 34 bangunan mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Lurah Pahandut, Ahmad Reza, menyebut sedikitnya 36 kepala keluarga atau sekitar 127 jiwa terdampak dan harus kehilangan tempat tinggal sementara.

Saat ini, sebagian warga telah diungsikan ke lokasi penampungan darurat di Masjid Al-Aqsa. “Sekitar 20 hingga 30 jiwa berada di posko, sementara lainnya mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat,” ujarnya.

Pemerintah setempat bersama instansi terkait bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat berupa matras, terpal, dan kebutuhan dasar lainnya.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.