Pentingnya Pelestarian Kerajinan Tangan Tradisional
- Jan 19, 2024
- Vieta Sumala Dewi
KBRN, Palangka Raya: Kerajinan tangan tradisional lawung dan sumping sebagai perlengkapan aksesoris pakaian adat Dayak dan merupakan cerminan nilai-nilai budaya di Kalimantan tengah. Lawung adalah ikat kepala yang dipakai oleh kaum lelaki pada busana tradisional Suku Dayak di Kalimantan, sedangkan untuk perempuan disebut Sumping.
Owner Perindu Gres Borneo, Yenny Kristiana, mengatakan dengan mempertahankan tradisi penggunaan lawung dan sumping dalam berbagai event, dapat mewariskan kekayaan tradisional kepada generasi mendatang, menjaga identitas budaya daerah yang unik, dan memperkaya kehidupan masyarakat.
Sebagai pelaku UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan Yenny mengatakan sejak tahun 2017 sudah mulai serius mengolah rotan dan kulit kayu untuk dijadikan kerajinan tangan berupa lawung, sumping dan syal. Dimana sebagai pengrajin kerajinan tangan tidak hanya menciptakan barang-barang fungsional, tetapi juga menggali kreativitas.
“awalnya saya belajar jahit untuk membuat lawung dan sumping, dan mengerjakannya ini harus telaten dan penuh dengan kesabaran dan serta mengasah kreativitas.’’ ujarnya saat mengisi acara program obrolan UMKM di Pro2 RRI Palangka Raya, Jumat (19/1/2024).
Dalam upaya menjaga kelestarian budaya daerah, pelestarian kerajinan tangan tradisional memiliki peran krusial. Kerajinan ini tidak hanya mencerminkan keahlian kreatif masyarakat.
“untuk lawung dan sumping ini masih banyak pemintanya, dan pas di tahun 2023 kita membuat terobosan membuat syal kulit kayu bordir, sekalinya banyak peminatnya, bahkan syal tersebut pernah di pakai oleh penyanyi Ariel Noah,’’ ucapnya.
Dengan semakin meningkatnya minat terhadap kerajinan tangan, diharapkan bahwa industri ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan budaya lokal serta kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Sumber : https://www.rri.co.id/daerah/524268/pentingnya-pelestarian-kerajinan-tangan-tradisional