Atasi Kelangkaan Air Melalui Penataan Ruang Lahan dan Konservasi Air
- May 20, 2024
- Raden Roro Endah Kusumastuti
Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya penataan ruang lahan untuk konservasi air guna mengatasi kelangkaan air. Kementerian ATR juga berperan dalam agenda World Water Forum terkait ketahanan air bersih.
“Manajemen tanah juga memberikan manajemen air. Bicara sumber air, pengelolaannya ada di ranah kewenangan Kementerian PUPR. Tentu Kementerian ATR/BPN punya relevansi, ingin mendukung agar penataan wilayah ditata dengan baik,” kata AHY, Minggu (19/5/2024) di Badung, Bali.
AHY berharap forum internasional ini menghasilkan kebijakan strategis untuk pengelolaan dan perlindungan ketahanan air bersih. Menurutnya, kerja sama global diperlukan untuk mengatasi masalah air bersih.
“Kami berharap water security bisa diwujudkan, sehingga masyarakat Indonesia dan dunia tidak kesulitan mendapatkan air bersih,” ucapnya.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu yang turut menghadiri event World Water Forum di Bali, menyambut baik apa yang disampaikan Menteri ATR/BPN tersebut. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota untuk mengoptimalkan konservasi air di wilayah Palangka Raya.
“Kami mendukung penuh inisiatif ini. Di Palangka Raya, kami telah memulai berbagai program konservasi air,” ucap Hera.
Hera juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam mewujudkan ketahanan air bersih. “Sinergi antara Kementerian ATR/BPN dan pemerintah daerah akan mempercepat realisasi program-program konservasi air yang lebih efektif,” katanya.
Ia berharap hasil dari World Water Forum dapat memberikan panduan strategis yang bisa diterapkan di tingkat lokal. “Kami berharap kebijakan yang dihasilkan bisa diaplikasikan di Palangka Raya, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari upaya konservasi ini,” tutupnya.