DLH Palangka Raya Ajak Masyarakat Jadi Penggerak Adaptasi Perubahan Iklim
- Sep 10, 2025
- Raden Roro Endah Kusumastuti
Palangka Raya, 9 September 2025 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya menegaskan bahwa keberhasilan program adaptasi terhadap perubahan iklim tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks.
Pernyataan ini disampaikan oleh Plt. Kepala DLH Kota Palangka Raya, Berlianto, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Identifikasi Program Adaptasi Perubahan Iklim” yang digelar di Kelurahan Kereng Bangkirai.
Dalam paparannya, Berlianto menyoroti dampak nyata perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serta ancaman terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, strategi adaptasi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama di tingkat lokal.
“Lewat FGD ini, kami menggali langsung ide dan masukan dari warga, mulai dari pengelolaan sumber daya air, peningkatan tutupan vegetasi, pertanian berkelanjutan, hingga edukasi iklim. Semua hal tersebut sangat mendukung pencapaian target nasional FOLU Net Sink 2030,” ungkapnya.
DLH Kota Palangka Raya, lanjut Berlianto, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Yayasan Borneo Nature Foundation (BNF), berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil diskusi agar dapat diwujudkan dalam bentuk program konkret di lapangan.
“Tujuannya agar strategi adaptasi ini tidak hanya menjadi rencana di atas kertas, tapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan setempat,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif sebagai pelaku perubahan, bukan sekadar penerima manfaat.
“Dengan semangat kolaboratif, kami yakin Palangka Raya bisa menjadi kota yang lebih tangguh dan siap menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan,” tutup Berlianto.