Jalan Mulus dan Bebas Genangan, Infrastruktur Permukiman Palangka Raya

  • Jan 02, 2026
  • Raden Roro Endah Kusumastuti
  • Informasi & Pelayanan Publik Lokal

Palangka Raya – Kabar baik bagi warga Kota Palangka Raya. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Palangka Raya berhasil merampungkan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan dan drainase di berbagai kawasan permukiman. Seluruh pekerjaan tersebut kini tuntas 100 persen dan siap dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan), Pemko Palangka Raya mencatat penanganan jalan lingkungan sepanjang 20.418 meter serta pembangunan dan peningkatan drainase lingkungan mencapai 1.895 meter. Pekerjaan ini tersebar di sejumlah kawasan perumahan dan permukiman warga.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama pemerintah kota demi meningkatkan kenyamanan, kelancaran aktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.

“Jalan lingkungan dan drainase bukan sekadar proyek fisik, tetapi kebutuhan dasar warga. Infrastruktur yang baik akan memudahkan mobilitas sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan tertata,” ujar Fairid, Jumat (2/1/2026).

Sejumlah ruas jalan yang kini lebih layak dilalui di antaranya Jalan Badak XVIII, Jalan Paus III, Jalan Damai Sejahtera, Jalan Antang II, Jalan Mataram, Jalan Runting Suling, Jalan Bukit Palangka VII, Jalan Jatayu Raya, Jalan Candra Buana, Jalan Aries VI, hingga Jalan Hendrik Timang. Setiap pekerjaan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar hasilnya maksimal dan tahan lama.

Tak hanya memperbaiki jalan, Pemko Palangka Raya juga memperkuat sistem drainase lingkungan sebagai langkah antisipasi genangan air dan banjir. Salah satu proyek yang menonjol adalah pembangunan box culvert di Jalan AMD, Kelurahan Petuk Katimpun, serta peningkatan drainase di sejumlah titik lainnya.

Menurut Fairid, infrastruktur lingkungan yang memadai membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, risiko genangan berkurang, dan kawasan permukiman menjadi lebih nyaman untuk ditinggali.

“Dengan jalan yang baik dan drainase yang berfungsi optimal, kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kota kita,” tambahnya.

Selain infrastruktur dasar, Pemko Palangka Raya juga menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat. Sejumlah sarana keagamaan turut dibangun dan dilanjutkan, seperti Masjid Kubah Kecubung, Mushola Lingkar Dalam, Langgar Nor Jannah Bereng Bengkel, GBI Gemuruh Kristus Marina Permai, hingga Gereja Galilea.

Pemko Palangka Raya berharap, rampungnya berbagai pembangunan ini dapat mendorong aktivitas ekonomi, mempererat kehidupan sosial, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan mengedepankan pemerataan dan kebutuhan warga.