Kebakaran di Petuk Katimpun Hanguskan Kios Sembako dan Tiga Rumah Kayu
- Jul 28, 2024
- Raden Roro Endah Kusumastuti
Palangka Raya – Kebakaran hebat kembali melanda Kota Palangka Raya, kali ini di kawasan Petuk Katimpun, Jalan Tjilik Riwut km 10, Minggu (28/7/2024) sekitar pukul 07.33 WIB.
Api melahap sebuah kios sembako dan tiga unit rumah kayu, memicu kepanikan warga sekitar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya segera merespons adanya laporan kebakaran, dan bergerak langsung ke lokasi dibantu para relawan.
“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan kebakaran. Berkat upaya bersama, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan,” ujar Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Gloriana Aden.
Koordinasi yang baik dan kerja keras tim pemadam kebakaran serta relawan menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi kebakaran ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada para relawan dan warga yang turut membantu memadamkan api. Solidaritas ini sangat penting dalam situasi darurat seperti ini,” tambah Gloriana.
Gloriana menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. Pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara tim pemadam kebakaran terus melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran susulan.
Menurut keterangan Ketua RT 08, Rudianto, sumber api diperkirakan berasal dari dapur salah satu rumah warga yang digunakan untuk berjualan sembako.
Akibat kejadian ini, Jalan Tjilik Riwut km 10 mengalami kemacetan total karena jalur lalu lintas ditutup.
“Jalur lalu lintas ditutup karena lokasi kebakaran tepat berada di persimpangan jalan,” kata Rudianto. Sekitar pukul 08.30 WIB, proses pemadaman baru selesai, Arus lalu lintas baru dibuka dan saat ini telah kembali normal.
Mengingat seringnya terjadi musibah kebakaran di Palangka Raya, serta situasi musim kemarau yang sedang berlangsung, Gloriana mengingatkan warga akan pentingnya kewaspadaan ekstra.
“Kami mengimbau warga untuk lebih waspada dan berhati-hati, terutama dalam penggunaan api di sekitar rumah dan lingkungan. Musim kemarau ini membuat kondisi menjadi lebih kering dan rentan terhadap kebakaran,” jelasnya.