Kodim 1016 Palangka Raya Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Palangka Ray
- Jul 02, 2024
- Raden Roro Endah Kusumastuti
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3APM) Kota Palangka Raya, Muhammad Fitriyanto Leksono mengapresiasi dukungan dan komitmen Kodim 1016 Palangka Raya dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya.
Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan dari Kodim 1016 Palangka Raya sekaligus penandatanganan kesepakatan penggunaan data Gerakan Mengukur dan Menimbang Serentak (Gemas) Balita sebagai dasar pemberian bantuan bagi anak stunting dari Kodim 1016 Palangka Raya.
“Dukungan dari Kodim 1016 Palangka Raya, terutama peran Babinsa di 30 kelurahan di wilayah Kota Palangka Raya sangat signifikan. Babinsa membantu menggerakkan seluruh keluarga sasaran intervensi stunting di wilayahnya untuk datang ke Posyandu,” kata Fitriyanto, Selasa (2/7/2024).
Fitri menjelaskan, Babinsa juga berperan sebagai orang tua asuh di setiap Posyandu di wilayah mereka. Hal ini menurutnya dapat memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya.
“Dengan adanya peran Babinsa sebagai orang tua asuh di Posyandu, para ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan dapat mencegah terjadinya stunting,” ucapnya.
Lebih lanjut, Fitriyanto menyebutkan bahwa pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Posyandu melalui berbagai program dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Dukungan dari Kodim 1016 Palangka Raya merupakan salah satu langkah strategis dalam mencapai target penurunan angka stunting di kota ini,” tutupnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Pasiter Kodim 1016/Plk Kapten Inf I Made Iwan Swastika mengatakan, Kodim 1016/Plk siap mendukung program-program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya peran Babinsa di setiap kelurahan bukan hanya sebagai penggerak, tetapi juga sebagai fasilitator yang memastikan bahwa informasi dan layanan kesehatan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, terutama balita dan ibu hamil.
“Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat dengan semua pihak, target penurunan stunting dapat tercapai dengan lebih cepat dan efektif,” tutupnya.