Pesona Lilis Lamiang: Manik Kuno Dayak yang Jadi Buruan Pengunjung di Putera Perdana

  • Dec 05, 2025
  • Raden Roro Endah Kusumastuti
  • Perekonomian & Pemberdayaan Masyarakat

Sebagai salah satu komunitas yang aktif mempromosikan budaya lokal, KIM Bintang Jaya Itah kembali melihat antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap kerajinan tradisional khas Dayak. Pada Rabu (3/12/2025), seorang pengunjung terlihat begitu tertarik memperhatikan aneka bahan dasar pembuat lilis lamiang di Toko Putera Perdana, Jalan Sumbawa, Palangka Raya.

Lilis lamiang merupakan manik-manik kuno suku Dayak yang terbuat dari batu alami dan identik dengan warna merah. Bagi masyarakat Dayak, lilis lamiang bukan hanya aksesori, melainkan simbol budaya yang membawa makna sejarah, identitas, dan nilai adat yang kuat. Karena itu, keberadaannya masih terus dicari dan dikoleksi hingga kini.

Sebagai pihak yang turut menjual produk budaya tersebut, KIM Bintang Jaya Itah melihat langsung peningkatan minat masyarakat, baik untuk sekadar melihat, membeli, hingga mempelajari sejarahnya. Lilis lamiang yang tersedia di toko dijual dengan kisaran harga Rp175.000,00 hingga Rp8.000.000,00, tergantung usia, kualitas, dan tingkat kelangkaannya.

Perwakilan KIM Bintang Jaya Itah menuturkan bahwa interaksi pengunjung tidak hanya berkaitan dengan transaksi, tetapi juga edukasi budaya.

“Kami sering menjelaskan kepada pengunjung bahwa lilis lamiang bukan sekadar manik, tetapi bagian penting dari identitas Dayak. Banyak yang akhirnya tertarik karena mengetahui maknanya,” ujar Vino.

Ia juga menambahkan bahwa menjaga keberadaan lilis lamiang berarti turut merawat warisan leluhur.

“Kami bangga bisa mengenalkan kembali benda budaya ini kepada generasi muda. Setiap pembelian bukan hanya mendukung UMKM lokal, tetapi juga ikut menjaga tradisi Dayak agar tetap hidup,” tambahnya.

Bagi KIM Bintang Jaya Itah, keterlibatan dalam memasarkan lilis lamiang adalah bentuk kontribusi nyata dalam melestarikan budaya Kalimantan Tengah. Melalui edukasi, pelayanan, dan promosi yang mereka lakukan, mereka berharap warisan budaya Dayak dapat terus dikenal, dicintai, dan dibanggakan masyarakat luas. Sumber : infopublik.id