Turis Kunjungi Toko Aksesoris Khas Kalimantan Tengah “Lilis Lamiang”, Anggota KIM Bintang Jaya Itah Angkat Potensi Lokal ke Dunia
- Oct 02, 2025
- Raden Roro Endah Kusumastuti
- Perekonomian & Pemberdayaan Masyarakat
Palangka Raya, 1 Oktober 2025 – Semangat pelaku usaha lokal di bawah naungan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Bintang Jaya Itah terus membuahkan hasil positif. Salah satunya terlihat dari meningkatnya minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk berkunjung ke Toko Aksesoris Khas Kalimantan Tengah “Lilis Lamiang”, yang dikelola oleh Vino, salah satu anggota aktif KIM Bintang Jaya Itah.
Pada kunjungan terbaru, sekelompok turis asal Australia menyempatkan diri untuk datang ke toko tersebut guna melihat langsung proses pembuatan serta membeli aksesoris khas Kalimantan Tengah seperti kalung manik, gelang, tas anyaman rotan, dan souvenir bermotif Dayak.
Ketua KIM Bintang Jaya Itah, Roro Endah, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian anggota KIM yang mampu memperkenalkan budaya daerah melalui produk kerajinan tangan.
“Kami sangat bangga karena anggota KIM kami tidak hanya berperan dalam penyebaran informasi, tetapi juga mampu menjadi duta budaya melalui karya kreatifnya. Kehadiran turis ke toko Lilis Lamiang menjadi bukti bahwa produk lokal kita punya daya tarik tinggi,” ujar Roro Endah.
Roro menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pembinaan dan pelatihan yang rutin diberikan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya, terutama dalam hal literasi digital dan promosi online. Melalui platform digital dan media sosial, produk “Lilis Lamiang” kini dikenal lebih luas dan menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Palangka Raya.
“Dengan dukungan pelatihan digital dari Diskominfo, anggota KIM seperti Bapak Vino mampu memasarkan produknya secara online, membuat katalog digital, hingga berinteraksi langsung dengan calon pembeli dari luar daerah. Ini bentuk nyata bahwa literasi digital dapat membuka peluang ekonomi,” tambah Roro.
Sementara itu, Vino, pemilik Toko Aksesoris “Lilis Lamiang”, mengaku senang dan terharu atas kunjungan wisatawan tersebut.
“Saya tidak menyangka toko kecil ini bisa menarik perhatian turis asing. Mereka tertarik dengan motif Dayak yang penuh makna dan warna-warna khas Kalimantan. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya dan menjaga warisan budaya leluhur,” ungkapnya.
Selain menjual produk, Vino juga menyediakan mini workshop pembuatan gelang dan kalung manik khas Dayak bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung pengalaman membuat kerajinan tangan tradisional. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi budaya yang diminati banyak pengunjung.
Dengan semakin meningkatnya kunjungan ke toko-toko lokal binaan KIM, Roro berharap agar masyarakat Palangka Raya semakin bangga menggunakan produk khas daerah serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
“Kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa KIM bukan hanya wadah informasi, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif dan pelestari budaya. Kami akan terus mendorong anggota KIM untuk berinovasi dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Roro.